PELATIHAN PENGOLAHAN BATANG SEMU PISANG MENJADI KERIPIK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN DI DESA SEDAU, LOMBOK BARAT
Keywords:
Potensi Desa, Sedau, Pengelolaan Batang PisangAbstract
Desa Sedau memiliki sumber daya tanaman pisang yang dapat dikembangkan melalui
diversifikasi produk berbasis hasil samping pertanian. Batang semu pisang setelah panen
umumnya belum dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini
bertujuan memperkenalkan pengolahan bagian muda batang semu pisang menjadi keripik serta
memberikan pengalaman praktik mengenai pengendalian proses, pengemasan, dan pemasaran
awal. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif pada masa KKN Pemberdayaan Masyarakat
Desa Universitas Mataram periode Juli–Agustus 2024 di Desa Sedau, Kecamatan Narmada,
Kabupaten Lombok Barat. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan unsur masyarakat desa.
Tahapan kegiatan meliputi observasi potensi, koordinasi dan sosialisasi, demonstrasi, praktik
pengolahan, pengemasan, diskusi pemasaran, serta evaluasi proses melalui observasi
keterlibatan peserta dan tanya jawab. Kegiatan menghasilkan purwarupa keripik batang semu
pisang bermerek KIBAS yang dikemas dalam kantong plastik. Peserta mengikuti tahapan
pemilihan bahan, pencucian, pemotongan, marinasi, pelapisan tepung, penggorengan, penirisan,
dan pengemasan. Capaian tersebut menunjukkan kelayakan teknis awal pada skala pelatihan,
tetapi belum membuktikan peningkatan pendapatan, penerimaan konsumen, keamanan, maupun
umur simpan produk. Pengembangan menuju usaha rumah tangga memerlukan standardisasi
formula dan kondisi penggorengan, uji sensori dan mutu, analisis biaya, kemasan yang sesuai,
serta pemenuhan ketentuan SPP-IRT dan label pangan olahan.