PELATIHAN PENGOLAHAN BATANG SEMU PISANG MENJADI KERIPIK SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK DAN PEMANFAATAN BIOMASSA DI DESA TIMBANUH, LOMBOK TIMUR
Keywords:
ekonomi, kripik batang pisang, Timbanuh, Pringgasela, Lombok TimurAbstract
Batang semu pisang merupakan biomassa pascapanen yang belum dimanfaatkan secara
optimal, meskipun bagian dalamnya berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan setelah
melalui pengolahan yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan pengolahan,
pengemasan, dan pemasaran awal keripik batang semu pisang kepada kelompok perempuan di
Dusun Semporonan, Desa Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 30
Juli 2024 menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi potensi, tiga kali uji coba
formulasi, demonstrasi, praktik bersama, pengembangan merek dan kemasan, serta evaluasi
proses secara deskriptif. Peserta mempraktikkan pemilihan bagian dalam batang semu,
pengirisan, pencucian dan perendaman, penirisan, penepungan, penggorengan, pembumbuan,
pendinginan, dan pengemasan. Kegiatan menghasilkan purwarupa keripik bermerek K'Dbong
dalam dua varian rasa beserta rancangan kemasannya. Partisipasi aktif selama praktik
menunjukkan bahwa teknologi dapat diterapkan pada skala rumah tangga. Namun, kegiatan
belum menggunakan pengukuran kuantitatif sebelum dan sesudah pelatihan, belum menguji
mutu, keamanan, penerimaan sensori, dan umur simpan, serta belum mengukur dampak
ekonomi. Oleh karena itu, produk ini layak diposisikan sebagai purwarupa awal yang memerlukan
standardisasi proses, pengujian laboratorium, analisis biaya, pemenuhan ketentuan label dan
SPP-IRT, serta validasi pasar sebelum dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.