https://jpim.yyskan.com/index.php/jpim/issue/feedJurnal Pemberdayaan dan Inovasi Masyarakat Nusantara2026-07-08T04:30:16+00:00Muhammad Sumsantomuhammadsumsanto@unram.ac.idOpen Journal Systemshttps://jpim.yyskan.com/index.php/jpim/article/view/5PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SIRUP AIR KELAPA (COCUS NUCIFERA) SEBAGAI UPAYA PENGOLAHAN HASIL BUMI BAGI MASYARAKAT DI DESA MEDANA.2026-07-08T04:27:11+00:00Audy Pratama Rasadaprasad@gmail.comGalih Fa’adillahaprasad@gmail.comImanda Putri Utamiaprasad@gmail.comIntan Syakira Wainsarahaprasad@gmail.comMoch. Bagus Dioaprasad@gmail.comRizky Ardiansyah Husinaprasad@gmail.comRiqi Rizaldi Ferdiantaraaprasad@gmail.comQorina Ratih Bahtiaraprasad@gmail.comWiya Ayu Purnawatiaprasad@gmail.comYulia Fatmawatiaprasad@gmail.com<p>Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada air kelapa untuk diolah menjadi sirup air kelapa sehingga memberikan manfaat lebih pada kelapa dan bertujuan untuk memberikan pelatihan pemanfaatan air kelapa yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat dikarenakan sebagian para masyarakat hanya memanfaatkan isi dari kelapa untuk dijadikan manisan Minyak VCO sehingga kami berupaya mendampingi masyarakat untuk mengolah air kelapa menjadi sirup. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat desa medana yang berpotensi memiliki wilayah pertanian kelapa di Dusun kopang dan sekitarnya di Desa Medana, kecamatan tanjung, kabupaten Lombok Utara yang mana diketahui memproduksi minyak kelapa bernama minyak VCO. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 14 Juli 2024. Tahapan kegiatan ini diawali dengan, demonstrasi proses pembuatan dan sterilisasi kemasan sirup air kelapa, pelatihan pembuatan sirup air kelapa, pengemasan produk, dan evaluasi. Luaran kegiatan ini berupa produk sirup air kelapa yang telah dikemas, dilabel, dan siap untuk dikonsumsi. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat desa khususnya masyarakat dusun kopang dan sekitarnya mengenai pentingnya diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan serta keuntungan.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakathttps://jpim.yyskan.com/index.php/jpim/article/view/4PELATIHAN PENGOLAHAN BATANG SEMU PISANG MENJADI KERIPIK SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK DAN PEMANFAATAN BIOMASSA DI DESA TIMBANUH, LOMBOK TIMUR2026-07-08T04:27:50+00:00Emi Mardiatun Munawarohemmunawaroh@gmail.comI.B. Ryand Wirayana M.emmunawaroh@gmail.comLailik Ardianaemmunawaroh@gmail.comMohamad Yanwar Doraqemmunawaroh@gmail.comMohammad Irham Hamidiemmunawaroh@gmail.comMuhammad Purhadi Anugrahemmunawaroh@gmail.comNopi Hariantiemmunawaroh@gmail.comNunung Isna Putriemmunawaroh@gmail.comSyarifah Azza Azizzahemmunawaroh@gmail.comSyfa Hayatinaemmunawaroh@gmail.com<p>Batang semu pisang merupakan biomassa pascapanen yang belum dimanfaatkan secara <br />optimal, meskipun bagian dalamnya berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan setelah <br />melalui pengolahan yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan pengolahan, <br />pengemasan, dan pemasaran awal keripik batang semu pisang kepada kelompok perempuan di <br />Dusun Semporonan, Desa Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 30 <br />Juli 2024 menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi potensi, tiga kali uji coba <br />formulasi, demonstrasi, praktik bersama, pengembangan merek dan kemasan, serta evaluasi <br />proses secara deskriptif. Peserta mempraktikkan pemilihan bagian dalam batang semu, <br />pengirisan, pencucian dan perendaman, penirisan, penepungan, penggorengan, pembumbuan, <br />pendinginan, dan pengemasan. Kegiatan menghasilkan purwarupa keripik bermerek K'Dbong <br />dalam dua varian rasa beserta rancangan kemasannya. Partisipasi aktif selama praktik <br />menunjukkan bahwa teknologi dapat diterapkan pada skala rumah tangga. Namun, kegiatan <br />belum menggunakan pengukuran kuantitatif sebelum dan sesudah pelatihan, belum menguji <br />mutu, keamanan, penerimaan sensori, dan umur simpan, serta belum mengukur dampak <br />ekonomi. Oleh karena itu, produk ini layak diposisikan sebagai purwarupa awal yang memerlukan <br />standardisasi proses, pengujian laboratorium, analisis biaya, pemenuhan ketentuan label dan <br />SPP-IRT, serta validasi pasar sebelum dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakathttps://jpim.yyskan.com/index.php/jpim/article/view/3PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT MENJADI PILUS DI DESA LABUHAN HAJI, LOMBOK TIMUR2026-07-08T04:28:25+00:00Janiatul Jannahjjannah@gmail.comBaiq Wulandari Novia Oktaviajjannah@gmail.comNi Putu Ayu Chandra Utarijjannah@gmail.comNi Putu Ayu Chandra Utarijjannah@gmail.comTansya Rania Azizajjannah@gmail.comAisiatul Juwariyahjjannah@gmail.comAyu Riantijjannah@gmail.comEndang Agustinijjannah@gmail.comM. Affan Fadilahjjannah@gmail.comIswantoni Iswantonijjannah@gmail.comShaquille Nurdiansyahjjannah@gmail.com<p>Desa Labuhan Haji merupakan kawasan pesisir di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki <br />peluang pengembangan produk pangan berbasis sumber daya laut. Namun, berdasarkan <br />observasi awal, pemanfaatan rumput laut oleh masyarakat masih terbatas dan belum diikuti <br />diversifikasi produk yang konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan <br />pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat dalam mengolah rumput laut menjadi pilus <br />serta menghasilkan prototipe produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan <br />dilaksanakan pada 3 Agustus 2024 di Dusun Labuaji, Desa Labuhan Haji, dengan pendekatan <br />partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, <br />diskusi, dan evaluasi proses. Evaluasi dilakukan secara kualitatif berdasarkan keterlibatan <br />peserta, kemampuan mengikuti tahapan produksi, ketercapaian produk, dan umpan balik lisan. <br />Peserta terlibat dalam penyiapan bahan, pencampuran adonan, pembentukan, penggorengan, <br />penirisan, dan pengemasan. Kegiatan menghasilkan prototipe pilus rumput laut dan <br />menunjukkan bahwa teknologi pengolahan dapat dipraktikkan menggunakan peralatan rumah <br />tangga. Meskipun demikian, kegiatan belum dilengkapi pengukuran pengetahuan sebelum dan <br />sesudah pelatihan, uji sensori, analisis keamanan pangan, umur simpan, biaya produksi, dan <br />pemantauan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, pelatihan ini merupakan tahap awal <br />diversifikasi produk, sedangkan pengembangan komersial memerlukan standardisasi formula, <br />pengujian mutu, penguatan legalitas, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakathttps://jpim.yyskan.com/index.php/jpim/article/view/2RANCANGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SILVOFISHERY BERBASIS MANGROVE DI DUSUN CEMARE, DESA LEMBAR SELATAN, KABUPATEN LOMBOK BARAT 2026-07-08T04:29:00+00:00Fahrur Rozif.rozi@gmail.com Imro’atul Hapizahf.rozi@gmail.com<p>Ekosistem mangrove di Kecamatan Lembar menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan <br />lahan, abrasi, dan kegiatan ekonomi pesisir. Artikel ini bertujuan menyusun rancangan program <br />pemberdayaan masyarakat melalui silvofishery yang memadukan perlindungan mangrove dan <br />budidaya perairan payau di Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat. <br />Naskah disusun sebagai artikel konseptual menggunakan telaah literatur, analisis masalah, <br />prinsip kehati-hatian, dan kerangka logis program. Hasil perancangan menghasilkan enam <br />tahapan, yaitu verifikasi lokasi dan legalitas, pengukuran kondisi dasar ekologi–sosial, <br />pembentukan kelompok pengelola, pembangunan demplot empang-parit, pelatihan teknis dan <br />pelaksanaan satu siklus budidaya, serta monitoring adaptif dan serah kelola. Model awal <br />mengalokasikan sekitar 50–60% area untuk vegetasi mangrove dan sisanya sebagai parit <br />budidaya, namun proporsi akhir harus ditentukan setelah kajian hidrologi, status ruang, daya <br />dukung, dan kesesuaian komoditas. Bandeng dapat diprioritaskan sebagai komoditas rendah <br />input, sedangkan kepiting bakau dapat menjadi alternatif apabila kondisi habitat dan benih <br />memungkinkan. Keberhasilan program perlu dinilai melalui indikator perubahan pengetahuan, <br />partisipasi kelompok, tutupan dan kelangsungan hidup mangrove, kualitas air, pertumbuhan dan <br />kelangsungan hidup biota, hasil produksi, serta kelayakan usaha. Karena program belum <br />diimplementasikan, naskah ini tidak menyimpulkan adanya peningkatan pendapatan maupun <br />perbaikan kondisi mangrove. Rancangan ini dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan <br />demplot dan penyusunan artikel hasil pengabdian berbasis data.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakathttps://jpim.yyskan.com/index.php/jpim/article/view/1PELATIHAN PENGOLAHAN BATANG SEMU PISANG MENJADI KERIPIK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN DI DESA SEDAU, LOMBOK BARAT2026-07-08T04:30:16+00:00Lalu Muhamad Rizwan Iqballalumuhamadri@gmail.comSabrina Indra Sabrina Indra Suarilalumuhamadri@gmail.comKurnia Milawati Ilahilalumuhamadri@gmail.comMuhammad Ardian Wigunalalumuhamadri@gmail.comSefia Sriadi Astutilalumuhamadri@gmail.comM. Azril M. Azril Sharizallalumuhamadri@gmail.comM. Zainunlalumuhamadri@gmail.comI Gusti Ayu Sonya Vidya Sarilalumuhamadri@gmail.comNavi'ah Navi'ahlalumuhamadri@gmail.com<p>Desa Sedau memiliki sumber daya tanaman pisang yang dapat dikembangkan melalui <br />diversifikasi produk berbasis hasil samping pertanian. Batang semu pisang setelah panen <br />umumnya belum dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini <br />bertujuan memperkenalkan pengolahan bagian muda batang semu pisang menjadi keripik serta <br />memberikan pengalaman praktik mengenai pengendalian proses, pengemasan, dan pemasaran <br />awal. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif pada masa KKN Pemberdayaan Masyarakat <br />Desa Universitas Mataram periode Juli–Agustus 2024 di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, <br />Kabupaten Lombok Barat. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan unsur masyarakat desa. <br />Tahapan kegiatan meliputi observasi potensi, koordinasi dan sosialisasi, demonstrasi, praktik <br />pengolahan, pengemasan, diskusi pemasaran, serta evaluasi proses melalui observasi <br />keterlibatan peserta dan tanya jawab. Kegiatan menghasilkan purwarupa keripik batang semu <br />pisang bermerek KIBAS yang dikemas dalam kantong plastik. Peserta mengikuti tahapan <br />pemilihan bahan, pencucian, pemotongan, marinasi, pelapisan tepung, penggorengan, penirisan, <br />dan pengemasan. Capaian tersebut menunjukkan kelayakan teknis awal pada skala pelatihan, <br />tetapi belum membuktikan peningkatan pendapatan, penerimaan konsumen, keamanan, maupun <br />umur simpan produk. Pengembangan menuju usaha rumah tangga memerlukan standardisasi <br />formula dan kondisi penggorengan, uji sensori dan mutu, analisis biaya, kemasan yang sesuai, <br />serta pemenuhan ketentuan SPP-IRT dan label pangan olahan.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat